Busana Muslim Syari

Busana Muslim Syari – Kini Busana Muslim Nibras Syar’i lagi trend. Banyak wanita muslimah dari berbagai kalangan menggunakannya. Bahkan para artis, para pejabat dan selebritis lainnya, juga berbondong-bodong menggunakannya. Tak pelak lagi, busana syar’i, kini sedang menjadi primadona dalam etalase fashion dunia, bahkan telah menjadi lambang citra diri dan gaya hidup.

Sebenarnya ini bukan hal baru. Pengertiannya, sama dengan busana Muslim. Ini merujuk pada kode etik pakaian dalam ajaran Islam, yaitu berpakaian sesuai tuntutan syariat, bahwa siapapun diantara umat Islam, harus berpakaian dengan menutupi auratnya. Standar aurat bagi seorang laki-laki Muslim, berbeda dengan standar aurat bagi wanita Muslimah. Sebagai contoh, jika bagi laki-laki menampakkan rambut dan paha bukan termasuk aurat, maka bagi wanita, kedua bagian tubuh tersebut, sudah bagian dari auratnya. Haram hukumnya bila dilihat oleh laki-laki yang bukan Muhrimnya. Singkatnya, demikianlah konsep dasar dari pakaian muslimah, yaitu berpakaian secara Islami.

Lalu apa bedanya antara busana Muslimah dengan busana Syar’i? Tidak ada. Hanya berbeda istilah saja. Penambahan kata Syar’i itu sendiri, adalah untuk menegaskan pakaian yang sesuai tuntutan syariat. Jadi baik penggunaan istilah busana muslim, busana muslimah, busana syar’i, gamis syar’i, secara substansial maknawiyah, maksudnya sama. Kebetulan kini, istilah syar’i lagi booming, lagi menjadi mode di dunia fashion. Maka lengkap sudah, busana syar’i kini menjadi primadona yang sempurna, perkawinan syariat dengan mode. Aturan agama disatu sisi terpakai, sedang trend mode disisi lain juga dapat.